Amalan Khusus Untuk Menagih Hutang

Namanya hutang, memang tidak enak. Bukan hanya tidak enak bagi si penghutang, tetapi juga tidak enak bagi orang yang memberikan pinjaman.

Bahkan tidak jarang, si penghutang ini malah lebih galak dibandingkan orang yang telah meminjamkan uangnya. Intinya kalau orang sudah terlanjur pinjam uang kepada kita, besar kemungkinan uang itu tidak akan kembali.

Nah, adakah caranya agar orang lekas mengembalikan uang kita? Ada. Itulah yang ingin saya bahas kali ini. Yaitu seputar amalan khusus untuk menagih hutang. Jadi bagi Anda yang saat ini sedang kebingungan, karena uangnya dipinjam orang dan tidak kembali juga, bisa baca artikel ini sampai selesai.

Soal bacaan amalan menagih hutang akan saya tuliskan akhir artikel, seperti biasa. Melalui artikel ini yang akan saya terangkan adalah beberapa tips atau cara untuk meminta kembali hak kita. Yang dipinjam oleh teman. Karena seringkali, amalan saja tidak cukup. Selain mengamalkan amalannya, kita juga perlu melakukan penagihan, dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Ingatkan secara terbuka.

Cara ini bisa dipakai bila antara kita dan teman yang meminjam uang tersebut ada hubungan yang masih sangat-sangat baik dan dekat. Katakan saja bahwa Anda membutuhkan uang tersebut akhir bulan ini. Karena bisa jadi, teman Anda ini sekedar lupa. Dan malah akan sangat senang bila Anda mengingatkan ia atas tanggungannya.

2. Bilamana Anda Pergi Bersama Dengan Teman Anda ini, Mintalah ia Yang Bayar Tagihan Makan Anda.

Katakan saja karena Anda masih ada uang di dia. Biasanya, dengan cara ini orang akan mulai merasa risih, tidak enak, dan ingat untuk mengembalikan uang kita yang telah mereka pinjam.

3. Kalau Masih Bandel Juga, Tagihlah Secara Terbuka, Didepan Pihak Ketiga

Kalau bisa, pihak ketiga ini adalah orang yang Anda berdua sama-sama kenal. Ingatkan dengan halus saja, tidak perlu bernada tinggi. Karena yang kita harapkan adalah efek malu, manakala hutangnya terhadap Anda, diketahui oleh orang lain.

4. Mintalah Tolong Kepada Sahabat Anda, Yang Juga Dekat Dengan Si Peminjam Tadi.

Biar sahabat Anda ini yang menyampaikan pada teman Anda, bahwa Anda membutuhkan uang Anda untuk segera dikembalikan.

5. Adalah Dengan Membuat Perjanjian Bermaterai

Kaitannya dengan pinjam meminjam uang, mestinya cara ini dilakukan sejak awal. Sejak awal pinjam harus tanda tangan hitam di atas putih. Tapi seringnya, karena status kawan, karena saling percaya, akhirnya uang Anda serahkan begitu saja tanpa perjanjian.

Kalau sudah begini, datangilah kawan Anda tersebut, sambil membawa perjanjian tertulis bermaterai yang sudah siap ditandatangani. Isinya, adalah bahwa ia menyanggupi akan mengembalikan uang Anda, pada tanggal yang tersebut dalam perjanjian ini.

6. Tagihlah Lewat Anggota Keluarganya

Lalu yang terakhir, atau yang ketujuh, adalah dengan bekerja sama, dengan pihak HRD di tempatnya bekerja. Sebagian besar perusahaan swasta tidak menginginkan karyawannya berurusan dengan hutang pribadi.

Tetapi bukan tidak mungkin, pihak perusahaan bisa membantu Anda, agar kawan Anda ini bisa mencicil secara langsung. Dengan cara dipotongkan dari penghasilannya setiap bulan.

Tentu saja tidak semua HRD akan bersedia membantu Anda, tidak semua perusahaan akan mau memfasilitasi, tetapi cara ini patut Anda coba dulu. Bila memang kawan Anda ini benar-benar saking bandelnya.

Banyak orang menganggap hutang sebagai aib. Tetapi meskipun berkesan aib, tetap tidak sedikit orang yang memilih untuk bermuka tembok, dan selalu menghindar setiap kali ditagih. Inilah yang perlu kita jadikan pengalaman dan pelajaran, semoga ke depannya kita bisa lebih bijaksana.

Amalan Menagih Hutang:

Lakukan sholat sunat hajat dua rakaat
Setelah sholat, bacalah surat Al Fatihah atas nama orang yang berhutang. Dengan harapan agar lunak hatinya. Kemudian bacalah ayat berikut sebanyak 23 kali: “Wallaahu mukh-rijum maa kuntum taktumuun” (Artinya: “Dan Allah hendak menyingkap apa yang selama ini kamu sembunyikan”)

Kemudian lanjutkan dengan berdoa, “Ya Allah dengan berkah ayat suci-Mu ini semoga si … (isi dengan nama target)… bersedia cepat membayar hutang-hutangnya kepadaku.“

Terakhir, datangilah orang yang dimaksud. Utarakan maksud anda untuk menagih hutang dengan baik dan jelas. Atas seizin Tuhan, orang yang berhutang tersebut akan luluh hatinya, dan sadar untuk segera melunasi hutang-hutangnya kepada Anda.