Begini Cara Mengikhlaskan Hutang Yang Tak Dibayar

Banyak dari Anda, pasti pernah berurusan dengan orang yang meminjam uang, alias berhutang, dan tidak pernah dibayar. Itulah yang akan kita bahas kali ini, yaitu tentang bagaimana menyikapi orang yang tidak mengembalikan uang kita.

Urusan semacam ini memang menjengkelkan. Padahal kita hanya meminta hak kita, bukan mengemis. Tapi yang ada, orang yang berhutang, malah lebih galak, dari kita yang memberi hutang.

Dulu ketika meminjam, mereka datang dengan memelas. Giliran kita menagih, mereka berubah jadi beringas. Ada saja alasan yang mereka berikan. Padahal kita sedang benar-benar membutuhkan uang tersebut.

Setiap kali menerima keluhan semacam ini, selalu saya sampaikan. Bahwa uang itu memang licinnya melebihi belut. Jika sudah lepas, akan sulit kita dapatkan kembali. Maka dari itu, jangan pernah meminjamkan uang, dalam jumlah yang kira-kira tidak bisa Anda ikhlaskan, andaikata uang ini tidak kembali.

Lha kalau sudah terlanjur, bagaimana? Jadikan pengalaman dan pelajaran, semoga kedepannya kita lebih bijaksana. Bila Anda membutuhkan amalan untuk menagih hutang, akan saya tuliskan di bagian akhir artikel ini.

Kalau sudah segala macam cara kita coba, segala macam amalan kita baca, tetapi hutang tetap tidak dilunasi juga, bagaimana? Lebih baik diikhlaskan. Doa kita semoga Tuhan lekas menggantinya dengan yang jauh lebih banyak, besar, dan berkah.

Mengikhlaskan hutang, memang tidak gampang. Tetapi ada kalanya, inilah satu-satunya pilihan bagi kita. Anggaplah bersedekah. Niatkan untuk menolong, dan Tuhan akan membalas kebaikan Anda dengan ganjaran yang setimpal.

Apalagi bila kenyataannya, orang yang meminjam ini memang tidak ada kemampuan untuk melunasi. Meskipun biasanya, orang tidak bayar hutang bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau. Tidak memprioritaskan untuk itu.

Anggaplah ini cara semesta mendidik kita sebagai manusia. Niat kita menolong orang. Semoga kita dibebaskan dari perasaan kecewa, ketika ketika kita dikecewakan oleh orang yang kita beri pertolongan.

Apalagi, pada dasarnya semua yang kita miliki hanyalah titipan Tuhan. Bisa datang dan pergi kapan saja. Bisa menghilang dalam sekejap mata, tanpa kita bisa memperkirakannya. Sekiranya uang yang kita pinjamkan tidak kembali, anggaplah harta tersebut memang sudah waktunya untuk pergi.

Anda tidak sendiri. Hampir tiap hari, ada saja yang mengeluh pada saya, karena kesulitan menagih hutang. Semoga ini menjadi pengalaman bersama bagi kita, mari kita belajar dari pengalaman ini. Toh orang-orang yang menolak membayar hutang, sesungguhnya telah menghinakan diri mereka sendiri.

Kalaupun kita belum bisa, mengikhlaskan hutang ini demi kebaikan orang lain, setidaknya lakukanlah demi kebaikan Anda sendiri. Ini adalah cara terbaik untuk mencapai ketenangan hati dan jiwa. Daripada Anda terus tertekan memikirkannya.

Untuk Anda dimanapun berada, yang saat ini sedang berduka karena kesulitan menagih hutang, saya doakan semoga lancar rejekinya. Semoga mendapatkan ganti yang jauh lebih besar lagi. Dan jika Anda memiliki perjanjian hitam di atas putih, atas peminjaman dana ini, tidak ada salahnya diselesaikan secara hukum saja.


Amalan Menagih Hutang:
1. Sholatlah sunnah hajat dua rakaat. Kemudian bacakan Surat Al Fatihah atas nama orang yang meminjam uang Anda tersebut. Dengan harapan Tuhan berkenan untuk melunakkan hatinya.
2. Bacalah ayat dibawah ini sebanyak 23 kali:
Wallaahu mukh-rijum maa kuntum taktumuun
Artinya: ‘Dan Allah hendak menyingkap apa yang selama ini kamu sembunyikan’
3. Lanjutkanlah dengan berdoa. Contoh doanya seperti ini, “Ya Allah dengan berkah ayat suci-Mu ini, semoga si … (isi dengan nama orang yang meminjam)… bersedia cepat membayar hutang-hutangnya kepadaku.“
4. Terakhir, datangi dan temuilah orang yang dimaksud. Utarakan maksud Anda untuk menagih hutang, secara jelas dan baik-baik. Atas seizin Tuhan, orang yang berhutang tersebut akan luluh hatinya. Serta lekas sadar untuk segera melunasi hutangnya kepada Anda.