Cara Menagih Hutang Ke Saudara Atau Kerabat

Sebelumnya, kita sudah pernah membahas tentang bagaimana caranya menagih hutang. Masih berkaitan dengan bahasan tersebut, kali ini akan saya sampaikan tentang bagaimana caranya, bila yang perlu kita tagih hutangnya ini, adalah saudara. Alias masih ada hubungan keluarga dengan kita.

Tentu saja, adanya hubungan kekerabatan ini akan membuat posisi kita menjadi semakin rumit. Tadinya kita percaya-percaya saja, karena masih saudara. Pikir kita, tidak mungkin sampai tidak dibayar.

Tetapi kenyataannya malah menjadikan runyam. Hutang tak kunjung dibayar, dan Anda kerepotan mau menagih, sebab ada rasa tidak enak yang perlu dipertimbangkan juga. Agak risih rasanya, jika hubungan persaudaraan harus merenggang, karena urusan hutang piutang.

Untuk menyiasatinya, hal pertama yang bisa Anda lakukan, adalah mengingatkan dulu. Lewat layanan chat atau pesan singkat. Ketika kita sampaikan lewat tulisan, rasa tidak enak kita akan berkurang.

Dan disisi lain, cara ini juga akan mengurangi rasa malu saudara Anda tersebut. Ia tidak perlu merasa rikuh, karena rumahnya didatangi oleh seseorang yang menagih hutang.

Tetapi jika cara pertama ini tidak berhasil, maka mau tidak mau, memang Anda tetap perlu menggunakan cara kedua. Yaitu dengan mendatangi rumahnya secara langsung.

Pastikan saja agar pembicaraan tetap berjalan baik, tanpa ada kesan yang menorah pada keributan. Bicaralah pelan-pelan saja, karena tujuan kita dalam hal ini, adalah untuk membuatnya merasa tidak enak hati.

Komunikasikanlah dengan baik. Jangan datang dengan berapi-api, atau bicara dengan nada tinggi. Sebab semakin Anda ngotot, biasanya malah dia akan semakin mangkir. Ia akan beralasan, bahwa Anda saudara yang buruk, dan tidak ikhlas menolong. Malah akan makin panjang nanti urusannya.

Kemudian yang ketiga, jangan lupa sampaikan, bahwa Anda sedang membutuhkan. Ceritakan mengapa dan untuk apa Anda membutuhkan uang tersebut. Kurang lebihnya seperti bagaimana dulu dia bercerita, ketika meminta pinjaman pada Anda.

Keempat, berikanlah opsi atau pilihan. Ini jika memang sudah terpaksanya, alias tidak ada cara lain. Saudara Anda ini memang posisinya tidak ada kemampuan untuk melunasi hutang tersebut secara utuh.

Maka tawarkanlah, agar ia mengembalikan sebagian dulu. Misalnya setengah. Katakanlah bahwa Anda bersedia menerima sebagian dulu, karena bagaimanapun status Anda berdua masih saudara.

Cara kelima, berikanlah tenggat waktu. Terutama bila ternyata, semua cara sudah dicoba, dan saudara Anda ini tetap tak kunjung membayar juga. Berikanlah ia tenggat waktu, misalnya satu minggu.

Pemberian tenggat waktu ini, di satu sisi kita lakukan agar yang bersangkutan tidak sakit hati. Dan di sisi lain, agar kita tidak digantung tanpa kejelasan.

Dan diluar kelima cara ini, tentu saja penting untuk Anda pertimbangkan, bahwa terlibat hutang piutang dengan saudara, adalah sesuatu yang kurang bijak. Bahkan beresiko merusak hubungan baik dengan kerabat sendiri.

Untuk itu, lain kali bila ada saudara yang datang meminta bantuan, lebih baik jangan memberikan hutang. Berikanlah sejumlah yang bisa Anda ikhlaskan, tapi sebagai pemberian. Bukan pinjaman. Ini akan lebih baik, daripada Anda meminjamkan dalam jumlah besar, tapi uang tersebut tidak pernah Anda terima kembali.

Sedangkan untuk Anda, yang saat ini memang sudah terlanjur meminjamkan uang pada saudara, di bagian akhir artikel ini akan saya tuliskan amalan khusus menagih hutang. Semoga bermanfaat untuk Anda.


Amalan Menagih Hutang:
Lakukan sholat sunat hajat dua rakaat
Setelah sholat, bacalah surat Al Fatihah atas nama orang yang berhutang. Dengan harapan agar lunak hatinya. Kemudian bacalah ayat berikut sebanyak 23 kali: “Wallaahu mukh-rijum maa kuntum taktumuun” (Artinya: “Dan Allah hendak menyingkap apa yang selama ini kamu sembunyikan”)

Kemudian lanjutkan dengan berdoa, “Ya Allah dengan berkah ayat suci-Mu ini semoga si … (isi dengan nama target) … bersedia cepat membayar hutang-hutangnya kepadaku.“

Terakhir, datangilah orang yang dimaksud. Utarakan maksud anda untuk menagih hutang dengan baik dan jelas. Atas seizin Tuhan, orang yang berhutang tersebut akan luluh hatinya, dan sadar untuk segera melunasi hutang-hutangnya kepada Anda.