Mengapa Orang Tidak Mau Membayar Hutang

Bahasan kita kali ini, ada kaitannya soal pinjam meminjam. Lebih tepatnya lagi, kita akan membahas, tentang mengapa orang enggan membayar hutang. Mengapa seseorang yang punya hutang itu, sulit sekali diminta membayar hutangnya.

Anda yang pernah meminjamkan uang pada seseorang, saya yakin pasti tahu rasanya bagaimana. Ketika pinjam dia memelas, ketika ditagih dia beringas. Kita menagih uang kita sendiri, hak kita sendiri, tetapi rasanya seperti mengemis.

Nah, mengapa seperti itu? Mengapa banyak sekali dari kita, pada akhirnya kehilangan uang yang sudah kita pinjamkan? Ada yang dikembalikannya sangat lama. Ada yang dikembalikan cuma sebagian saja. Ada juga yang sama sekali tidak kembali.

Awalnya, orang yang punya hutang ini akan berjanji. Katanya mau dibayar tanggal sekian. Sudah berjanji, ia kemudian berkelit. Ingkar, dengan alasan macam-macam. Kemudian ketika ditagih, tidak jarang mereka menghilang. Ada beberapa alasan, yang menjadikan orang enggan membayar hutang. Termasuk diantaranya, adalah sejumlah hal berikut ini.

1. Memang Tidak Ada Niat

Orang enggan membayar hutang, karena sejak awal memang tidak ada niat. Jadi sejak awal, meskipun bilangnya pinjam, namun sebenarnya dia memang tidak ada niat untuk mengembalikan. Dan jika sudah tidak ada niat, ya mana mungkin akan terbayar hutang ini. Sebab hal utama yang memudahkan pembayaran hutang, adalah niatnya dulu. Niat untuk membayar. Niat untuk memprioritaskan hutang tersebut, di atas kebutuhannya yang lain.


Baca Juga :


2. Karena Memang Tidak Cukup Uang

Orang enggan membayar hutang, karena memang tidak memiliki cukup uang. Meskipun sebenarnya, hal ini tidak bisa dijadikan alasan. Sebab jika dari awal tidak ada kemampuan untuk membayar, harusnya jangan pinjam. Malah lebih baik minta, dan kita tinggal beri semampu kita. Jadi tidak perlu ada hutang.

Jika sudah terlanjur menjadi sebuah hutang, mau tidak mau harus dibayar. Jika tidak memiliki cukup uang, ya kita harus menabung semampu kita. Bukan malah menghilang tiba-tiba.

3. Karena Beban Hutang Lebih Besar Dari Pendapatannya

Orang enggan membayar hutang, karena beban hutang ini lebih besar dari pendapatannya. Inilah mengapa penting bagi kita, untuk tidak meminjam dana, melebihi kemampuans bayar kita. Agar tidak mengalami kesulitan saat pengembalian. Meskipun sedang membutuhkan dana dalam jumlah besar, kita tetap harus mengukur kemampuan kita juga.

4. Karena Merasa Bahwa Hutang Itu Bukan Tanggung Jawabnya

Yang keempat, orang juga enggan membayar hutang, karena ia merasa bahwa hutang itu bukan tanggung jawabnya.
Orang ini tidak menganggap hutang, sebagai sebuah tanggungan yang harus ia selesaikan. Bahkan tidak jarang, mereka sengaja meminjam uang untuk kebutuhan yang tidak benar-benar mereka perlukan.

Sehingga perlu kita melihat gaya hidup seseorang, sebelum meminjamkannya uang. Jika ternyata uangnya ini dipakai untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan, maka bisa jadi, orang ini akan membawa lari uang Anda tanpa beban.

5. Karena Menggampangkan Anda

Orang jadi enggan membayar hutang, karena pada dasarnya ia menggampangkan Anda. Dia menganggap Anda orang yang terlalu baik, terlalu pengertian, sehingga pasti tidak keberatan, jika uang Anda tidak dikembalikan.

Padahal masing-masing dari kita pasti punya kebutuhan. Anda memahami kebutuhan dia, tapi dia sama sekali tidak memahami kebutuhan Anda.

6. Karena Tidak Pernah Berusaha Mencicil

Kemudian yang terakhir, atau yang keenam, orang enggan membayar hutang, karena ia tidak pernah berusaha untuk mencicil, menabung, atau menyimpan uangnya.

Sehingga hutangnya ini selalu terasa sangat besar. Sebab ia tidak pernah ada inisiatif untuk menabung sedikit-sedikit. Pelan-pelan, seadanya dulu. Padahal jika disisihkan secara rutin, meskipun dalam jumlah yang kecil, lambat laun hutangnya pasti akan terbayar pelan-pelan. Kalau tidak pernah disisihkan sama sekali, ya mana mungkin terkumpul.

Yang namanya mengembalikan pinjaman, itu memang tidak mudah. Tetapi ini tetaplah sebuah kewajiban, karena kita telah ditolong. Setidaknya kita harus menghargai pertolongan itu, dengan mengembalikan tanggungan kita tepat waktu.

Jadi sebagai orang yang meminjam, jangan sampai enam penyebab ini menjadikan kita mangkir dari kewajiban. Sedangkan sebagai orang yang memberikan pinjaman, kita juga harus lebih berhati-hati.

Lebih baik jangan pernah memberikan pinjaman, kepada orang yang tidak benar-benar Anda percayai. Kalaupun meminjamkan uang, hanya berikanlah sejumlah yang kira-kira bisa Anda ikhlaskan, andaikata uang ini tidak kembali.  Demikian kurang lebihnya dari saya, semoga bisa sama-sama menjadi pelajaran bagi kita. Semoga masing-masing dari kita senantiasa dijauhkan dari hutang.