Punya Hutang Tanpa Sepengetahuan Suami, Kok Bisa?

Kali ini, yang akan kita bahas adalah seputar rumah tangga. Atau lebih tepatnya lagi, kita akan membahas tentang kasus-kasus, dimana seorang istri, memiliki sejumlah hutang, tanpa sepengetahuan suami. Atau sebaliknya, seorang suami, punya hutang diluar, tanpa sepengetahuan istri.

Mungkinkah hal semacam ini terjadi? Mungkin saja. Bahkan banyak. Karena nyatanya saya cukup sering menerima pertanyaan semacam ini. Kebanyakan pertanyaan ini datang dari para istri, yang diam-diam, tanpa diketahui suaminya, memiliki sejumlah hutang. Dan hutang tersebut sudah sangat mendesak untuk dibayar.

Mau bilang pada suami, takut. Tidak bilang, juga bagaimana. Wong itu suami.

Bila saat ini Anda terjebak pada situasi yang demikian, lebih baik terbukalah pada suami. Tidak perlu takut. Akan jauh lebih buruk akibatnya, bila suami sampai tahu belakangan, dari orang lain. Lebih baik suami dengar dari mulut Anda sendiri.

Toh biasanya, hutang ini dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Bukan untuk berjudi atau berfoya-foya.

Mengapa Anda harus terbuka terhadap pasangan, soal hutang? Alasan pertama adalah karena cepat atau lambat, masalah hutang ini pasti akan terkuak. Tidak mungkin Anda tutupi selamanya. Terutama bila kondisinya, Anda tidak ada kemampuan untuk menutup hutang tersebut.

Memang benar, bahwa ada kemungkinan pasangan kita akan marah. Dan itu adalah hak dia, karena kita telah menyembunyikan sesuatu yang tidak semestinya. Meskipun awalnya pasangan marah, namun pasangan jugalah yang nantinya akan membantu Anda menyelesaikan masalah hutang tersebut. Daripada Anda tanggung sendiri, lebih baik bagilah beban ini dengan pasangan.

Bila sudah ada keterbukaan, hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menghentikan pemakaian kredit. Apapun itu, termasuk kartu kredit. Jangan gunakan lagi bila Anda butuh belanja. Pinjaman dan pengeluaran hanya akan menjadikan beban Anda berdua semakin besar. Lebih bagus lagi kalau ada kartu kredit, Anda tutup saja.

Setelah itu, susunlah ulang anggaran Anda. Libatkan pasangan dalam hal ini. Agar Anda berdua sama-sama tahu, kemampuan keuangan Anda saat ini seperti apa.

Kemudian, bila hutangnya ini bernilai sangat besar, carilah nasehat tambahan dari konsultan yang lebih berpengalaman. Ingat, saran professional ini hanya Anda perlukan bila nilai hutangnya memang tidak main-main.

Seperti apapun situasinya, sadarilah bahwa pasangan berhak tahu. Karena rumah tangga itu milik dan tanggung jawab berdua. Bukan hanya kewajiban Anda, juga bukan hanya kewajiban suami saja.

Maka dari itu jalanilah bersama, atas seizin Tuhan akan ada jalan terbaiknya.