Ubah Pola Pikir Anda, 5 Dasar Cara Melunasi Hutang Dengan Cepat

Salam Rahayu, dengan Dewi Sundari disini.

Sehari-harinya saya berkecimpung layanan spiritual kejawen, tidak sedikit saya mendapatkan pertanyaan seputar bagaimana cara melunasi hutang dengan cepat.

Saya sendiri cukup prihatin. Hingga sekarang, banyak sekali klien Saya yang punya masalah hutang. Bahkan mungkin juga Anda yang sedang baca tulisan ini.

Banyak yang minta saran dan solusi agar hutangnya bisa cepat lunas. Dan anehnya, sudah mendekati jatuh tempo, mereka baru konsultasi ke saya.

Seolah, Saya adalah orang yang bisa melunasi hutangnya. Padahal, itu semua adalah hutangnya sendiri dan keputusannya kenapa berhutang.

Saya tahu dan sangat paham, ketika Anda punya hutang, hidup Anda tidak tenang. Pikiran Anda ruwet dan jauh dari ketenangan, bingung tak karuan, lebih-lebih merasa terancam.

Dan ketika Anda mencari amalan untuk melunasi hutang dari internet, tentunya begitu banyak amalan cara melunasi hutang yang sangat bervariasi sehingga Anda pun menjadi tambah bingung. Terlebih lagi dari sumber yang tidak jelas dari siapa.

Sebagai praktisi yang sudah cukup lama menjalani bidang kejawen yang saya tekuni, mengandalkan amalan saja untuk melunasi hutang, tentu hasilnya jelas tidak akan maksimal. Ada beberapa poin yang perlu Anda terapkan untuk merubah pola pikir untuk cepat melunasi hutang dengan cepat Apa saja?

1. Kembali kepada Tuhan

Ini jelas. Banyak orang yang sudah mentok sebab tak bisa mencicil hutang-hutangnya, lantas meniadakan Tuhan. Ia lupa untuk kembali ke Tuhan.

Ibadahnya tak diperbaiki, malahan ironisnya menyalahkan Tuhan. Dan anehnya lagi, seringkali ambil keputusan cepat ketika ada peluang bisnis baru yang untungnya menggiurkan.

Padahal, belum dianalisis apakah bisnisnya itu benar-benar bisa menguntungkan ataukah ada orang tertentu yang memanfaatkan kondisi Anda di kala Anda bingung.

Akhirnya, banyak juga yang kena tipu. Padahal, modal uang yang digunakan juga hasil hutang atau pinjaman. Dan pastinya, hutangnya semakin banyak .

Sekali lagi, kembalilah ke Tuhan karena Dia Maha Besar dibanding dengan masalah hutang Anda. Bertaubatlah semurni-murninya jika Anda punya kesalahan.

Terlebih ketika Anda hutang karena gengsi atau menuruti keinginan. Misalnya hutang sebab ingin renovasi rumah, ingin punya mobil baru, ingin punya motor baru, ingin buka usaha atau bisnis yang sangat berkeinginan agar untung, ingin punya ini dan itu, dan sebagainya.

Sekarang, milikilah niat yang KUAT untuk melunasi hutang Anda. Jangan setengah-setengah. Totaliataslah dalam melunasi hutang-hutang Anda.

2. Ikhlaskan Kondisi dan Bersabar

Ikhlaslah keadaan Anda saat ini. Banyak orang yang tidak ikhlas dengan kondisi hutangnya. Apalagi bersabar. Padahal, hutang adalah keputusannya sendiri. Lalu, kenapa enggan menerima konsekuensinya? Sungguh ironis.

Memang sulit untuk ikhlas dan sabar jika kondisi pikiran dan diri Anda tidak tenang. Oleh karenanya, untuk bisa ikhlas, tenangkan diri Anda dulu.

Singkirkan masalah hutang Anda terlebih dulu agar nantinya Anda mampu berpikir dengan baik. Duduklah dengan nyaman. Amati keluar masuknya nafas Anda. Sekadar amati saja. Dengan begitu, nantinya Anda bisa sedikit lebih tenang.

Dan jika Anda sudah merasa agak tenang, katakanlah ini, “Ya Allah/Ya Tuhan, meski aku belum bisa ikhlas dan sabar, aku tetap ikhlas ya Rob,“ ucapkanlah berkali-kali sambil tepuk-tepuk dada Anda.

Lakukan berkali-kali hingga Anda menjadi jauh lebih tenang. Dan lakukanlah setiap hari agar keikhlasan dan kesabaran Anda bertambah.

Anda pun perlu berpasrah kepada-Nya. Jika Anda pikir sulit dan berat akan hutang-hutang Anda, maka pasrahkan saja kepada-Nya.

Saat Anda pasrah, maka akan ada keringanan dalam diri Anda. Beban Anda berkurang jauh lebih banyak. Emosi Anda bisa semakin stabil dan nantinya bisa menemukan jalan keluar yang lebih baik.

3. Pangkas Pengeluaran

Biasanya, orang berhutang penyebabnya adalah banyaknya pengeluaran, tapi pemasukannya tetap. Itu artinya, pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan. Besar pasak daripada tiang.

Jika demikian, Anda perlu pangkas dan potong pengeluaran Anda. Misalnya, jika Anda masih punya tanggungan angsuran kendaraan, entah motor atau mobil, maka Anda bisa jual kendaraan Anda.

Belikan yang bisa Anda jangkau saja. Tidak harus baru. Jangan paksakan kemampuan Anda untuk membeli motor, mobil, atau apa pun itu dengan kredit bila Anda benar-benar tidak mampu.

Sebab, kendaraan termasuk beban yang harus Anda rawat dan Anda bayarkan cicilannya.

Atau jika Anda ikut arisan, maka selesaikan dulu arisannya dan jangan ikut arisan lagi. Dan apa pun yang membuat pengeluaran Anda menjadi beban Anda, pangkas saja.

Prioritaskan saja kebutuhan hidup Anda. Jangan gengsi atau mengutamakan kehidupan mewah Anda yang hanya untuk memenuhi ego Anda.

Jika memungkinkan, berhematlah. Atur penggunaan listrik, air, telepon, dan sebagainya. Yang jelas, pangkaslah biaya pengeluaran Anda untuk membantu meringankan beban hutang Anda.

Kebanyakan orang, jika ingin lunas hutang, mereka cari peluang usaha baru. Padahal, itu tidak sepenuhnya benar. Jika hutangnya banyak dan mencari peluang bisnis baru, terlebih lagi uang modalnya hasil pinjaman, ini salah kaprah.

Kalaupun punya modal dengan uang sendiri, Anda pun akan bekerja ekstra untuk melunasi hutang Anda yang menumpuk. Langkah yang tepat adalah pangkas dulu pengeluaran Anda sebelum Anda buka usaha baru.

Setelah Anda pangkas, maka beban hutang Anda berkurang, dan usaha baru Anda bisa lebih memudahkan menutupi hutang Anda.

Tunda dulu kesenangan Anda agar Anda benar-benar bisa melunasi hutang Anda. Jual aset apa pun yang sekiranya bisa meringankan hutang Anda. Dan ingat, jangan gali lubang tutup lubang.

4. Kuatkan Niat untuk Tidak Lagi Berhutang

Ini yang mungkin sulit. Bila Anda sudah terbiasa berhutang, maka akan sulit untuk tidak hutang. Padahal, Anda pun tahu bahwa hutang bisa membuat hidup Anda tidak tenang.

Karena gengsi, memenuhi keinginan hidup, bukan kebutuhan hidup, ingin diakui, dihormati, dan sebagainya.

Jika Anda sudah tahu resiko punya hutang, akan lebih baik niatkan diri Anda untuk tidak berhutang kembali jika suatu saat hutang Anda sudah lunas.

5. Action (bertindak)

Langkah berikutnya adalah bertindak. Jangan berdiam diri dan larut dalam masalah atau nasib Anda. Bergerak dan bertindaklah.

Salah satu caranya dengan memutar keluar masuknya penghasilan Anda setiap bulan.

Artinya, Anda bisa sisakan uang Anda setiap bulannya untuk hal yang lebih produktif lagi, seperti jualan. Sisakan semampu Anda. Entah Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 1 juta, atau berapa pun sisanya.

Jika Anda seorang pebisnis, Anda pun tahu bagaimana cara memutar uang Anda. Dan yang jelas, sisa uang ini hanya untuk keperluan bisnis atau usaha Anda. Bukan untuk keperluan hidup Anda.

Mungkin Anda bertanya, “Saya bekerja, seorang buruh atau karyawan dan tidak bisa jualan, lalu apa yang harus saya lakukan?”

Belajarlah. Saat ini banyak sekali cara jualan online yang hanya minim modal. Misalnya uang sisa Anda belikan barang di marketplace. Lalu, Anda jual dengan keuntungan yang Anda tentukan sendiri.

Bahkan, saat ini ada bisnis yang tanpa modal. Anda cukup ikut menjualkan barang orang lain.

Jadi, modal Anda hanya cukup HP dan kuota saja. Alhasil, uang yang Anda sisakan setiap bulannya bisa Anda putar untuk menghasilkan uang lagi.

Setidaknya, Anda perlu pahami ke-5 hal mendasar tersebut. jika Anda sudah memahami dan mempraktekkannya, maka bisa dibantu dengan Amalan untuk melunasi hutang.